SURABAYA, kabar9.id — Sebanyak 280 anak Surabaya mengikuti Khitanan Massal pada Sabtu (15/8/2026) di Gedung Wanita Kalibokor Surabaya. Acara yang digelar oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Surabaya, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Dinas Pendidikan, BAZNAS Kota Surabaya, serta gerakan Bangga Peduli Surabaya ini dibuka langsung oleh Walikota Surabaya, Eri Cahyadi beserta Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Surabaya, Rini Indriyani.
Ketua DWP Kota Surabaya, Dameria Ambuwaru menjelaskan bahwa seluruh anak yang ikut khitanan massal mendapatkan bingkisan berupa tas, perlengkapan sekolah, sarung, makanan, hingga uang saku.
"pelaksanaan khitan di akhir pekan menjelang hari libur nasional ini agar para peserta memiliki waktu istirahat yang cukup sebelum kembali beraktivitas di sekolah," Ujarnya.
Dameria menambahkan, Pihaknya bersama Dinas Pendidikan jauh hari telah menyebarkan informasi pendaftaran khitan massal ini ke sekolah-sekolah SD, SMP, hingga ke kecamatan se-Kota Surabaya sehingga terkumpul banyak perserta khitan.
Untuk mendukung kelancaran prosedur medis, sebanyak 105 tenaga kesehatan diterjunkan dari berbagai rumah sakit di Surabaya, seperti RSUD Dr. Soewandhie dan RSUD Eka Candrarini (EC). Pasca-tindakan, para peserta akan mendapatkan pemantauan serta perawatan lanjutan di puskesmas terdekat dari tempat tinggal masing-masing.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kota Surabaya, H. Moch. Hamzah, menyampaikan bahwa program ini menyasar anak-anak muslim dari keluarga kurang mampu. Meski demikian, kegiatan ini juga merangkul peserta non-muslim melalui dukungan anggaran dari Bangga Peduli Surabaya. Langkah ini sejalan dengan arahan Wali Kota Surabaya untuk memperkuat nilai gotong royong tanpa memandang latar belakang sosial maupun agama.
Seluruh peserta khitanan massal juga tidak dikenakan biaya alias gratis.
Kerjasama lintas instansi ini telah memasuki tahun keempat penyelenggaraan. BAZNAS Surabaya melalui program ini berharap dapat memotivasi anak-anak untuk tumbuh menjadi pribadi yang berani, bertanggung jawab, serta berkontribusi positif bagi Kota Surabaya di masa depan.
Khitan, menurut Hamzah, mengusung tiga nilai utama yang menjadi hikmah bagi para peserta dan masyarakat, yakni ketaatan, kesehatan, dan kepedulian sosial.
"Ketaatan berkaitan dengan menjalankan sunnah Rasulullah dan teladan Nabi Ibrahim. Dari sisi kesehatan, khitan terbukti secara medis menjaga kebersihan dan membuat anak lebih sehat serta aktif. Sementara dari sisi kepedulian, ini merupakan kolaborasi bersama untuk membantu orang tua dalam mendidik anak-anaknya menyongsong masa depan," ujar Hamzah. Jib


