Semarak Milad ke-24, Lazismu Jatim Gelar Jalan Sehat Napak Tilas Sejarah dan Bagi Sembako


SURABAYA, kabar9.id – Menandai kiprahnya yang ke-24 tahun dalam dunia filantropi, Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Wilayah Jawa Timur menggelar serangkaian kegiatan sosial dan edukatif secara serentak di seluruh jajaran kabupaten/kota se-Jawa Timur pada Sabtu (4/6/2026).

Ketua Lazismu Jawa Timur, Imam Hambali saat ditemui di acara, menyampaikan bahwa momentum bertambahnya usia ini diisi dengan aksi nyata yang menyentuh masyarakat, sekaligus merekatkan kembali ingatan kolektif terhadap sejarah perjuangan bangsa dan Muhammadiyah.

Salah satu agenda utama yang menyedot perhatian adalah kegiatan jalan sehat bermuatan edukasi sejarah yang digelar di kawasan Jalan Peneleh, Surabaya. Rute jalan sehat sengaja dirancang untuk melewati situs-situs bersejarah penting seperti Museum Cokroaminoto. Peserta diajak melewati dan mengenang kediaman H.O.S. Cokroaminoto, tokoh pergerakan bangsa yang menjadi mentor bagi banyak pahlawan nasional.


Kemudian Rumah Kelahiran Bung Karno, Rute ini juga membawa peserta melihat langsung tempat lahir Proklamator sekaligus Presiden pertama RI, Ir. Soekarno.

"Kami mengajak masyarakat melakukan napak tilas untuk meneladani bagaimana para tokoh bangsa sejak tahun 1916 begitu aktif dan getol memikirkan masa depan serta kemerdekaan Indonesia," ujar Imam Hambali.


 Berbagi 1.000 Porsi Bakso Gratis hingga Santunan

Tidak hanya jalan sehat, Lazismu Jatim juga menegaskan komitmennya untuk terus menebar kemanfaatan melalui berbagai aksi kepedulian sosial yang berpusat di sekitar Lodji Besar Peneleh, mulai dari Santunan Sosial dengan Penyerahan bantuan sembako dan yang untuk anak yatim dan kaum dhuafa.

Kemudian Layanan Kesehatan, Pemeriksaan dan bakti kesehatan gratis ini dilakukan bersama tim medis RS PKU Muhammadiyah Surabaya terhadap warga sekitar.

"Kita ada juga 1.000 porsi bakso gratis yang disambut dengan antusiasme tinggi oleh warga yang memadati lokasi," Ujarnya. 

Melalui momentum Milad ke-24 ini, Imam Hambali juga menyelipkan pesan mendalam mengenai pentingnya membangun budaya filantropi di tengah masyarakat. Ia berharap aksi-aksi ini bisa menginspirasi publik untuk menjadikan tindakan berbagi sebagai sebuah lifestyle.

"Kami berharap kita semua bisa menjadikan tindakan 'memberi' sebagai lifestyle atau gaya hidup kita. Memberi, memberi, dan memberi—baik dalam kondisi lapang maupun sempit—harus tetap kita lakukan. Karena pada hakikatnya, memberi kepada orang lain adalah memberi untuk diri kita sendiri," pungkasnya. Jib