Adopsi Teknologi Minimal Invasif Tanpa Sayatan Jadi Fokus di 43rd Fiesta Urology Surabaya


SURABAYA, kabar9.id - Ikatan Ahli Urologi Indonesia kembali menggelar forum ilmiah tahunan terbesar yang bertajuk "43rd Fiesta Urology". Acara bergengsi yang berlangsung dari tanggal 2 hingga 11 Juli 2026 ini digelar di J.W. Marriott Hotel Surabaya dengan mengusung tema "Urology in Motion: Advancing through Evidence, Accelerating with Innovation".

Ketua Pelaksana Acara, dr. Ghaziar Adli menyampaikan bahwa agenda ini merupakan bentuk dedikasi berkelanjutan dari salah satu pusat urologi tertua dan utama di Indonesia untuk terus memperbarui kompetensi para praktisi medis. Selain sebagai wadah pembaruan ilmu, forum ini juga berfungsi sebagai ajang reuni bagi para alumni dokter spesialis urologi yang tersebar di seluruh Indonesia.


"Ini adalah acara ilmiah tahunan kami yang ke-43. Sebagai salah satu center urologi di Indonesia yang mendidik para dokter urologi, kami mengadakan acara ini untuk memfasilitasi update ilmu, baik dalam hal terapi operatif, pengobatan, hingga pengenalan teknologi medis terbaru," ujarnya di sela-sela kegiatan.

Salah satu topik utama yang menjadi sorotan dalam Fiesta Urology tahun ini adalah perkembangan teknologi kedokteran untuk penanganan kasus batu ginjal dan kanker, seperti kanker ginjal serta kanker kandung kemih. Dr. Kholis menjelaskan bahwa penanganan kasus-kasus tersebut kini telah bergeser ke arah metode minimal invasif untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pasien.


"Saat ini, banyak operasi pada kasus batu ginjal maupun kanker yang bisa diterapi dengan tindakan minimal invasif, bahkan beberapa di antaranya bisa dilakukan tanpa sayatan sama sekali. Hal-hal inovatif seperti inilah yang banyak kita bedah dan diskusikan di sini," tambahnya.

Menurutnya, acara ini berhasil menarik antusiasme yang tinggi dari komunitas medis. Tercatat kurang lebih 330 peserta dari seluruh penjuru Indonesia menghadiri sesi simposium. Uniknya, kepesertaan tidak hanya terbatas pada dokter spesialis urologi dan residen saja, melainkan juga melibatkan dokter umum (General Practitioner) serta perawat.

 panitia juga menyelenggarakan berbagai workshop terfokus, seperti Advanced Laparoscopy, Endofest Masterclass, hingga workshop khusus bagi perawat dan dokter umum. Untuk dokter umum, materi yang diberikan mencakup Urological Ultrasonography, Emergency in Urology, dan Exploring Circumcision Techniques.


Dr. Ghaziar berharap edukasi yang komprehensif ini dapat memperkuat kualitas pelayanan urologi di semua tingkatan fasilitas kesehatan. "Harapan kami, acara ini bisa memberikan wawasan baru. Bukan hanya untuk dokter spesialis, tetapi juga bagi dokter umum agar pelayanan urologi di Puskesmas, klinik, hingga rumah sakit rujukan dapat berjalan lebih baik dan terintegrasi," paparnya.

Selain rangkaian edukasi ilmiah, perhelatan ini juga didukung oleh pameran alat kesehatan yang diikuti oleh sekitar 30 stan dari berbagai vendor berskala nasional maupun internasional yang memamerkan produk serta inovasi medis terkini di bidang urologi. Jib