Usung Tema 'Revolusi Hijau Nusantara', YPM Carnival 2026 Diikuti 5.000 Peserta


SIDOARJO, kabar9.id – Yayasan Pendidikan dan Sosial Ma'arif (YPM) Sepanjang, Taman, kembali menggelar acara tahunan Selasa (16/6/2026) "YPM Carnival" dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam. Pada tahun ini, kegiatan yang diikuti oleh ribuan peserta tersebut mengusung tema besar "Revolusi Hijau Nusantara".

Tampak para siswa memakai berbagai kostum karnaval yang menarik, mereka berjalan menyusuri rute yang telah ditentukan hingga membuat masyarakat sekitar takjub dan berbondong bondong memadati pinggir jalan untuk menyaksikannya. 


Ketua Yayasan YPM Taman, Ahmad Makki mengatakan, antusiasme siswa dan masyarakat terus meningkat dari tahun ke tahun untuk berpartisipasi dalam agenda ini. Tercatat, hampir 5.000 peserta yang terdiri dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari playgroup hingga perguruan tingg, turut memeriahkan pawai dengan menempuh rute sepanjang hampir 3,5 kilometer.

​"Acara ini merupakan agenda tahunan dalam rangka peringatan Tahun Baru Hijriah. Setiap tahun, pas di tanggal tahun baru, pasti kita laksanakan dan tidak bergeser ke hari yang lain," ujarnya saat ditemui di sela-sela acara.

Makki menjelaskan,  tema "Revolusi Hijau Nusantara" tidak hanya menjadi slogan seremonial belaka. YPM Carnival menjadi puncak dari gerakan nyata yang selama ini telah diinisiasi dan dijalankan secara istiqamah oleh pihak yayasan dan para pelajar.

​Beberapa gerakan nyata yang telah berjalan seperti Gerakan Nyemplung Kali, Sebuah aksi kepedulian terhadap kebersihan sungai yang bertujuan mengedukasi serta mengajak masyarakat di sekitar sungai untuk tidak membuang sampah sembarangan.

​lalu ada Hutan Wakaf & Sekolah Hutan Wakaf, sebuah Program lingkungan hidup yang berlokasi di Ngembat, Mojokerto. Program ini menggabungkan unsur pendidikan alam dan pelestarian hutan, serta telah berjalan konsisten selama hampir 4 tahun.

​Kemudian ada program edukasi Pengelolaan Sampah dan Konversi Rupiah. 

​Melalui momentum ini, Ketua Yayasan YPM juga mengimbau masyarakat luas untuk lebih peduli terhadap lingkungan, khususnya dalam mengurangi sampah plastik dan memilah sampah dari rumah.

​Di internal sekolah YPM sendiri, edukasi mengenai pengurangan sampah plastik telah digalakkan secara efektif selama dua tahun terakhir. Para siswa diwajibkan membawa botol minum (tumbler) serta kotak makan sendiri untuk meminimalisasi sampah sekali pakai.

​Selain itu, sistem pemilahan sampah di lingkungan sekolah juga telah dikembangkan secara inovatif.

​"Untuk pemilahan sudah mulai kita lakukan, termasuk menjadikan apa yang dipilah oleh anak-anak bisa kita jadikan dalam bentuk konversi rupiah, yang kemudian didonasikan kepada masyarakat yang membutuhkan," tambahnya.

​Melalui perpaduan antara kreativitas, syiar Islam, dan kepedulian lingkungan ini, pihak yayasan berharap acara YPM Carnival dapat membangun ukhuwah Islamiyah yang kuat di kalangan generasi muda. Kegiatan positif ini juga diharapkan mampu mereduksi dampak-dampak negatif yang kerap muncul di era digitalisasi saat ini. Jib