Simfoni Rasa di Grand City: Menakar Lompatan Inovasi Kuliner Nusantara di East Food Surabaya 2026

Oleh: Muhammad Najib (Jurnalis Kabar9) 


SURABAYA – Aroma manis legit dari mentega premium yang berpadu dengan gurihnya bumbu rempah autentik langsung menyambut siapapun yang melangkah masuk ke Grand City Surabaya. Di salah satu sudut, kepulan asap tipis keluar dari demo masak yang menyajikan aneka kuliner east food dengan sentuhan bumbu lokal yang berani. Tidak jauh dari sana, deretan jajanan pasar tradisional tampil memukau dengan visual modern bercita rasa premium, siap menepis stigma bahwa kudapan lokal hanya bisa dinikmati di pasar tradisional.

Suasana penuh gairah indra perasa ini merangkum kemeriahan Indonesia International Food Expo (IIFEX) atau East Food Surabaya 2026 yang berlangsung pada 18–21 Juni 2026.

Tahun ini, pameran akbar yang diikuti oleh 180 perusahaan kuliner terkemuka tersebut benar-benar bertransformasi menjadi "surga dunia" bagi para pencinta rasa dan pelaku usaha F&B (Food and Beverage). Bukan sekadar ajang pamer produk mentah, gelaran kali ini menjadi panggung etalase bagi evolusi rasa, bahan baku premium, dan inovasi produk siap saji (ready-to-cook) yang tengah merajai tren pasar global.


Revolusi Rasa: Ketika Tradisi Bersolek Menjadi Premium


Lanskap kuliner modern menuntut para pelaku usaha untuk tidak hanya menyajikan makanan yang mengenyangkan, tetapi juga menawarkan pengalaman (experience) dan cerita di balik setiap gigitan. Fenomena inilah yang tertangkap jelas di sepanjang koridor stan Surabaya East Food 2026.

Salah satu daya tarik utama pameran tahun ini adalah eksplorasi bahan baku alternatif yang lebih sehat namun tetap mempertahankan kelezatan rasa. Mulai dari inovasi tepung lokal bebas gluten (gluten-free) untuk kue-kue tradisional, penggunaan pemanis alami rendah kalori, hingga modifikasi saus siap saji yang memangkas waktu memasak tanpa mengorbankan kualitas hidangan restoran bintang lima.

"Menghadiri pameran ini bukan lagi sekadar mencari inspirasi menu lama. Ini adalah langkah strategis untuk melihat ke mana arah lidah konsumen bergerak dan bagaimana mengamankan rantai pasok bahan baku premium agar bisnis kuliner lokal bisa naik kelas ke panggung dunia," ujar Chief Executive Officer (CEO) Krista Exhibitions, Daud D. Salim.

Bagi Jawa Timur, inovasi produk makanan seperti ini adalah urat nadi perekonomian. Produk Domestik Regional Buruto (PDRB) Jawa Timur secara historis didominasi oleh sektor UMKM, di mana mayoritas bergerak di industri makanan dan minuman. Sadar akan potensi raksasa tersebut, pameran ini menggelar karpet merah bagi 30 UMKM kuliner pilihan asal Jawa Timur untuk memamerkan produk-produk kreatif mereka yang telah lolos kurasi ketat.


Bakat Boga Challenge: Arena Kreativitas Tanpa Batas


Napas inovasi kuliner di East Food 2026 semakin terasa kental dengan digelarnya Bakat Boga Challenge 2026. Kompetisi kuliner bergengsi yang dirancang oleh para chef profesional ini menjadi magnet yang menyedot perhatian ratusan pengunjung dan pelaku industri.

Kompetisi ini bukan sekadar ajang unjuk gigi, melainkan laboratorium kreatif untuk melahirkan tren kuliner baru. Berbagai kategori ikonik dipertandingkan dengan standar penilaian internasional, meliputi:

Warisan Lokal: Kreativitas tanpa batas pada resep klasik seperti Lapis Surabaya dan Bolu Gulung Keju.

Evolusi Jajanan: Kategori Traditional Jajanan Pasar yang ditantang tampil dalam format fine dining yang estetis.

Akulturasi Rasa: Kategori Western Seafood Spaghetti dan Chicken Main Course yang menuntut keseimbangan teknik barat dengan cita rasa lokal.

Kudapan Populer: Pencarian resep terbaik untuk The Best Risoles dan Classic Chiffon Cake.

Setiap hidangan yang disajikan dinilai secara ketat, menitikberatkan pada keaslian cita rasa, teknik pengolahan modern yang menjaga nutrisi, serta estetika penyajian (plating) yang profesional.

Selaras dengan kompetisi tersebut, panggung edukasi juga bergemuruh lewat sesi Cooking & Baking Demo. Bersama jenama besar seperti IndoBake, Kewpie, dan Rich’s, para chef papan atas membagikan rahasia mengolah bahan baku modern menjadi menu-menu komersial yang bernilai jual tinggi.


Menjaring Selera Global dari Surabaya


Daya pikat kreasi kuliner yang disuguhkan di East Food 2026 terbukti gaungnya hingga ke mancanegara. Pameran ini tidak hanya mempertemukan produsen dengan penikmat makanan, tetapi juga membuka gerbang ekspor. Tercatat, lima delegasi buyer internasional dari Malaysia hadir secara khusus, berbaur dengan ratusan pembeli potensial dari berbagai penjuru Indonesia.

Melalui program Business Matching dan Hosted Buyer Program, para pemilik formula masakan dan produk kuliner lokal dipertemukan langsung dengan investor serta distributor global dalam sesi pertemuan bisnis yang terjadwal.

"Krista Exhibitions Group sangat optimis dapat terus mendorong pertumbuhan ekonomi regional secara berkelanjutan, membuka peluang investasi baru, serta memfasilitasi bertemunya para produsen dan konsumen internasional dalam memperkuat ketahanan industri pangan nasional," tambah Daud D. Salim.

Langkah ini mendapat apresiasi penuh dari Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Timur, Endy Alim Abdi, menurutnya Eastfood Indonesia Expo 2026 memiliki makna yang sangat strategis. Saat ini, ekonomi Jawa Timur pada triwulan I tahun 2026 tumbuh sebesar 5,96 persen dan menjadi yang tertinggi di Pulau Jawa. Pertumbuhan ini salah satunya ditopang oleh kinerja positif sektor industri makanan dan minuman, serta posisi Jatim sebagai lumbung pangan nasional.


Ia juga menjelaskan, potensi besar di sektor hulu harus terus kita dorong agar menghasilkan nilai tambah yang tinggi. Di sinilah Eastfood Indonesia Expo 2026 menjadi sangat relevan, bukan sekadar ajang promosi, melainkan wadah strategis untuk memperkuat ekosistem industri pangan dari hulu hingga hilir.

"Masa depan industri pangan sangat ditentukan oleh inovasi dan kolaborasi. Saat ini, daya saing tidak lagi hanya soal kualitas produk, tetapi juga kemampuan beradaptasi terhadap teknologi, inovasi kemasan, sertifikasi, hingga kemampuan menembus pasar yang kompetitif," ungkapnya. 

Ketua Umum GAPMI, Adhi S. Lukman mengatakan, industri makanan minuman (mamin) terbukti menjadi salah satu sektor yang sangat resilien (tangguh) di tengah gelombang gejolak ekonomi dan krisis global.

​Tahun lalu industri mamin tumbuh sebesar 6,38%. Pada Kuartal I (Q1) tahun 2026, pertumbuhan melonjak hingga 7,04%, berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,61%. ​Industri mamin berkontribusi total sekitar 7% terhadap PDB nasional. Sektor ini menyumbang sekitar 43% terhadap PDB non-migas.

​Maka dari itu, lanjut Adhi, pameran East Food mempunyai peran dan urgensi untuk terus mendorong pertumbuhan mamin, apalagi ​Surabaya dinilai sebagai lokasi yang sangat strategis karena statusnya sebagai kota terbesar kedua di Indonesia sekaligus pusat perekonomian untuk wilayah Indonesia Timur.

"​Pameran ini menjadi wadah krusial bagi para pelaku industri (termasuk sektor Horeka) untuk saling berbagi pengalaman, inovasi, teknologi baru, serta produk baru agar bisa bertahan menghadapi dampak krisis global," Ungkapnya.

​Adhi pun terus mendorong adanya kolaborasi, inovasi, dan kerja sama dari semua pihak (termasuk dukungan berkelanjutan dari kementerian/lembaga pemerintah) agar industri mamin terus tumbuh dan berkontribusi optimal bagi perekonomian Indonesia.

Estafet Industri Pangan Masa Depan


Menariknya, selebrasi industri kuliner ini dipastikan akan memiliki efek domino yang panjang. Setelah dimanjakan dengan inovasi rasa dan produk makanan di bulan Juni, para pelaku bisnis akan kembali disuguhkan pameran penunjang estetika kuliner, yaitu EastPack Surabaya 2026 (pameran teknologi pengemasan dan farmasi) serta East Beauty Pack pada 1–4 Juli 2026 mendatang di lokasi yang sama. Pameran pengemasan ini akan diperkuat oleh lebih dari 240 perusahaan untuk memastikan produk kuliner yang sudah inovatif dapat dikemas secara aman dan menarik.

Rangkaian pameran kuliner ini pun dijadwalkan akan terus bergerak menggebrak Bali Interfood pada September 2026, sebelum mencapai puncaknya di Krista Interfood yang akan berlangsung di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2, Jakarta, pada November mendatang.


Ketika keautentikan rasa berpadu apik dengan kreativitas tanpa batas di Grand City Surabaya, East Food 2026 tidak hanya sekadar mengenyangkan perut para pengunjungnya. Pameran ini telah mengirimkan pesan kuat ke pasar internasional: industri kuliner Indonesia kini telah siap memimpin tren selera masa depan.