Latih Kemandirian, Siswa SD Al Muslim Gelar Perkemahan di Telogo Sewu

 


PANDAAN – Puluhan siswa kelas 5 SD Al Muslim mengikuti Perkemahan Jumat Sabtu yang digelar di Telogo Sewu, Pandaan, pada 8–9 Mei 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk mengasah karakter, kemandirian, dan keberanian siswa melalui pembelajaran berbasis pengalaman di alam terbuka.

Selama dua hari, para peserta mendapatkan berbagai materi kepramukaan yang intensif. Mulai dari Peraturan Baris-Berbaris (PBB) untuk melatih kedisiplinan, teknik pioneering (tali-temali), hingga pemenuhan dasar-dasar Syarat Kecakapan Umum (SKU).

Kepala SD Al Muslim, Ustazah Fatimatuz Zahroh, menjelaskan bahwa pembelajaran di luar kelas merupakan metode efektif agar nilai-nilai karakter lebih mudah diserap oleh siswa.

"Belajar dengan praktik langsung akan memberikan pengalaman dan ilmu yang lebih mudah dicerna oleh anak-anak. Melalui kegiatan ini, siswa belajar mandiri, bertanggung jawab, serta berani menghadapi tantangan bersama teman-temannya," ujarnya.

Suasana di lokasi perkemahan pun tampak hidup dengan antusiasme siswa. Meskipun menghadapi tantangan fisik, para siswa terlihat bersemangat saat menyelesaikan tugas kelompok dalam sesi pioneering. Kegiatan ini memang dirancang untuk memaksa siswa keluar dari zona nyaman dan beradaptasi dengan lingkungan baru di luar ruang kelas.

Azka, salah satu peserta didik, mengungkapkan rasa bangganya setelah berhasil melewati rangkaian kegiatan tersebut.

"Awalnya capek, tapi ternyata seru banget. Aku jadi belajar kerja sama, lebih berani, dan bisa mencoba hal-hal baru yang belum pernah aku lakukan sebelumnya," tuturnya dengan ceria.

Kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan upaya sekolah untuk mewujudkan Al Muslim Profile. Dengan suasana belajar yang aktif dan menyenangkan, sekolah berharap para siswa tumbuh menjadi pribadi yang Tangguh dalam menghadapi kesulitan, Kolaboratif dalam bekerja sama dengan tim dan Berani mengambil inisiatif dan mencoba hal baru.

Melalui pengalaman langsung di alam, SD Al Muslim berkomitmen untuk terus menghadirkan metode pembelajaran yang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga pembentukan mental dan karakter generasi masa depan. Rls, gmn