SURABAYA, Upaya Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Surabaya untuk menginventarisasi aset terutama tanah dan bangunan mendapat sambutan baik dari Nahdliyyin kecamatan Rungkut, hal ini terungkap dalam acara Silaturrahmi dan Turun Kebawah (Turba) PCNU Surabaya di Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Rungkut, Sabtu (16/5/2026).
Choiruroh, Ketua Muslimat PAC Rungkut mengungkapkan, pihaknya meminta PCNU Surabaya untuk melegalkan kepemilikan aset NU berupa tanah dan musholla di salah satu wilayah Rungkut yang diketahui memang itu milik NU, namun hingga kini belum terurus dan tersertifikatkan.
"NU punya tanah yang tidak terurus, kebetulan ini ada Turba PCNU, mudah mudahan PCNU bisa menyelesaikan ini," Tuturnya.
Choiruroh menambahkan, Jika tanah tersebut telah sepenuhnya diurus menjadi aset NU dan tersertifikasi atas nama NU, maka Muslimat Rungkut pun siap jika suatu saat diamanahi untuk mengelolah dan memanfaatkannya.
Diskusi lainnya juga mengemuka jika masih banyak yang mestinya bisa dilegalkan menjadi aset NU baik itu wakaf atau bukan, musholla dan masjid yang memang amaliah hariannya NU namun nadzirnya bukan atas nama NU juga perlu diinventarisir untuk diselesaikan.
Lembaga Wakaf dan Pertanahan (LWP) PCNU Surabaya pun akan bersinergi lagi dengan MWCNU Rungkut untuk percepatan legalisasi aset NU ini.
Ketua LWP PCNU Surabaya, Harri mengatakan, Turba ini menjadi momentum baik untuk mengumpulkan semua aset NU yang ada di Rungkut. Ia meminta pengurus MWCNU hingga ranting bersama-sama dalam menginventarisir hingga mensertifikatkan asetnya NU.
Sementara itu, Ketua PCNU Surabaya, KH Masduki Toha mengatakan, salah satu aset NU adalah kantor MWCNU Rungkut, ia meminta kantor MWCNU ini untuk dirawat dan diperbaiki, jangan interiornya dibiarkan kosong, interiornya bisa dihiasi dengan foto para pendiri NU, struktur organisasi ataupun lainnya, sehingga berbeda dengan lapangan bulutangkis yang kesannya polos.
Masduki juga berharap melalui Turba ini bisa meningkatkan khidmat kepada NU, PCNU Surabaya juga bisa lebih tahu bagaimana perkembangan ranting-ranting yang selama ini menjadi ujung tombak NU.
Masduki menilai konflik yang terkadang muncul dalam organisasi itu merupakan hal biasa, justru itu akan menjadi filter untuk mengetahui mana yang betul betul khidmat ke NU dan mana yang main main terhadap NU. Kaderisasi juga dinilai penting, minimal PD-PKPNU dikuti oleh semua pengurus NU, sebab orang yang ikut kaderisasi sangat berbeda khidmahnya dengan yang tidak ikut.
Dalam Agenda Turba ini juga menyinggung terkait penataan organisasi, termasuk digitalisasi.
Kemudian program Ngaji Qonun Asasi Nahdlatul Ulama dan upaya sinergi dengan Muspika atau pimpinan di tingkat kecamatan maupun kelurahan. Serta sosialisasi beasiswa Perguruan tinggi khusus bagi anak NU dengan mengajukan rekomendasi ke PCNU Surabaya untuk untuk mendapatkannya.
Sekadar tahu, Turba PCNU Surabaya di MWCNU Rungkut menjadi salah satu rangkaian Turba yang meriah dan penuh antusius tinggi dari peserta, sebab diikuti oleh 13 banom dan lembaga lembaga di PCNU Surabaya. Mun

