Sinergi Rehabilitasi Berbasis Rumah dan Multidisiplin Jadi Fokus Utama Pertemuan Ilmiah Perdosri Jatim


SURABAYA, kabar9.id – Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi (PERDOSRI) Jawa Timur kembali menggelar pertemuan ilmiah tahunan rutin bertajuk 17th SMART JATIM Jumat (10/4/2026) hingga Minggu (12/4/2026) di hotel Bumi Surabaya. 

Acara tahun ini mengusung tema "The Synergy of Home-Based and Multidisciplinary Care," yang menekankan pada pentingnya kolaborasi antara tenaga medis dan peran aktif pasien di rumah dalam proses pemulihan.

Acara ini diikuti oleh sekitar 365 peserta, yang terdiri dari 190 Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi (Sp.KFR) dan 175 Dokter Umum.

Ketua pelaksana, dr. Nur Khozin, Sp. KFR, FIPM (USG), AIFO-K mengatakan, pentingnya Terapi Berbasis Rumah (Home-Based Care), keberhasilan terapi rehabilitasi medik tidak hanya bergantung pada tindakan di rumah sakit, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh dukungan di lingkungan rumah. selain itu, pasien juga diberikan program latihan khusus untuk dijalankan di rumah guna mempercepat proses kesembuhan (Home Exercise Program). Apalagi mengingat adanya pembatasan kunjungan ke fasilitas kesehatan pada situasi tertentu, kemandirian pasien dalam menjalankan program terapi menjadi sangat krusial.


"Dokter juga berperan aktif mengedukasi keluarga agar mampu mendampingi dan melatih pasien secara mandiri," Ujarnya.

Nur Khozin menambahkan, tujuan utama dari pertemuan ini adalah melakukan updating ilmu dan teknik terbaru dalam bidang rehabilitasi medik bagi para spesialis, serta memberikan bekal edukasi terapi praktis bagi dokter umum. Materi disampaikan oleh jajaran pemateri ahli tingkat nasional maupun lokal dari Jawa Timur.

Menurut Khozin, Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi (KFR) berfokus pada pemulihan fungsi tubuh manusia agar pasien dapat kembali beraktivitas maksimal. Hal ini mencakup penanganan kasus-kasus non-infeksi yang terus meningkat, seperti Pasien pasca-stroke (gangguan berjalan dan bicara), Gangguan jantung dan penyakit degeneratif lainnya.

"Prinsip kami adalah 'nguwongke' orang; bagaimana manusia tersebut dapat kembali berfungsi. Jika tidak bisa berjalan, kita bantu dengan alat atau latihan hingga mereka bisa beraktivitas kembali dengan kemampuan maksimalnya," Terangnya. 

Perlu diketahui, saat ini, anggota PERDOSRI Jawa Timur berjumlah 190 orang yang telah tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur, para dokter siap memberikan pelayanan rehabilitasi yang merata bagi masyarakat. Jib