SIDOARJO, kabar9.id - RSU Assakinah Medika Sukodono resmi memiliki masjid baru di kawasan rumah sakit pada Ahad (12/4/2026). Masjid baru ini berada tepat di depan rumah sakit dan di pinggir jalan raya, sehingga memudahkan pasien dan orang orang umum untuk beribadah di masjid.
Peresmian dilakukan langsung oleh Ketua PP Muhammadiyah bidang pembinaan Kesehatan umum, kesejahteraan sosial dan resiliensi bencana, Agus Taufiqurrahman bersama perayaan Halal bi Halal PCM Sepanjang dan PCM Sukodono.
Ketua PCM Sepanjang, Sam'un mengatakan, masjid ini merupakan hibah dari PT Sasmito, perusahaan yang kerap kali membantu dalam pengembangan PCM Sepanjang, mudah-mudahan menjadi berkah dan kadang amal baginya.
"Nanti akan dikelola bersama dengan PCM Sepanjang, mungkin bisa jadi sarana kegiatan, Tapi sekali lagi, itu masjidnya rumah sakit Assakinah, tetap tidak bisa lepas dari rumah sakit Assakinah. Mudah-mudahan nanti PT Sasmito juga bisa menambah masjid-masjid yang lain, atau ya aset-aset yang lain," Terangnya.
Menurut Sam'un, pihaknya juga telah membentuk pengurus takmir masjid tersebut, diharapkan bisa memakmurkan masjid dengan kegiatan peribadatan dan kegiatan religi lainnya.
PCM Sepanjang, lanjut Sam'un akan terus bersinergi dengan PCM Sukodono terkait masjid dan RS Assakinah ini, karena memang lokasinya berada di wilayah Kecamatan Sukodono.
"Bagaimana PCM Sepanjang juga bisa mengajak PCM Sukodono untuk bersama-sama mengurus amal usaha ini. Sehingga sebagai bagian daripada tanggung jawab kita di Muhammadiyah ini, semua ikut terlibat di dalamnya. Demikian pula dengan masjid. Masjid ini di wilayah Sukodono, nanti barangkali bisa menjadi pusat kegiatan PCM Sukodono. Itu harapan kita," ungkapnya.
Sam'un menambahkan, sejak beroperasi, Rumah sakit Assakinah telah memberikan SHU (Sisa Hasil Usaha) dengan aturan dan ketentuannya yang berlaku, setelah dibagi dengan amal usaha rumah sakit, kemudian dibagi dengan persyarikatan. Persyarikatan itu ada persentasenya, untuk PP sekian persen, untuk PWM sekian persen, untuk PDM sekian persen, untuk PCM sekian persen. Sementara AUM Rumah Sakit Assakinah ini berada di wilayah Sukodono, tapi manajemennya ada di PCM Sepanjang. Karena itu, bagian yang menjadi haknya PCM itu akan dibagi dua, antara PCM Sepanjang dengan PCM Sukodono. Sementara saat ini bagian PCM Sepanjang diserahkan semuanya ke PCM Sukodono agar bisa lebih bermanfaat.
"Harapan kita mereka bisa membawa masjid ini lebih ramai, dan juga sebagai alatlah itu untuk mengembangkan rumah sakit juga. Dan rumah sakit ini Rumah Sakit Muhammadiyah, jadi masjid juga sebagai ujung tombak untuk memperkenalkan kepada masyarakat, ini ada Masjid Sakinah dari Rumah Sakit Assakinah gitu," Pungkasnya.
Ketua PP Muhammadiyah, Agus Taufiqurrahman mengapresiasi peresmian masjid ini, menurutnya penting untuk membangun rumah sakit dengan menyusun grup-grup rumah sakit yang bisa bersinergi satu sama lain. Sebab kalau sekarang tidak melakukan sinergi kolaborasi, tantangan dan perubahan dinamikanya itu luar biasa.
"Saat ini Bapak Ibu, rumah sakit kita yang beroperasi kurang lebih 130. Secara teritori, ini juga nanti menjadi pembinaan Jawa bagian Timur, yakni Jawa Timur, yakni di NTB dan di Papua. Yang gedungnya sudah jadi itu adalah Rumah Sakit Muhammadiyah di Sorong. Nah, biasanya yang dikirim itu adalah direktur-direktur rumah sakit yang dikenal sukses, piawai, yang kita istilahkan jenderal-jenderal rumah sakit," Ujarnya.
Memurut Taufiqurrahman, gedungnya luar biasa di Sorong, satu komplek dengan universitas Muhammadiyah Sorong. Setelah ini nanti rumah sakitnya jadi, terus kita persiapkan untuk menghadirkan Fakultas Kedokteran di Sorong. Sudah kita persiapkan dokter-dokternya, sebagian sudah kita link-kan dengan Perguruan Tinggi untuk dididik menjadi tenaga dasar membuka Fakultas Kedokteran.
"Nah, sejumlah 130 ini memang sebagian sudah menjadi Center of Excellence-nya Muhammadiyah. Yang namanya harum apalagi menjelang dan dalam prosesi COVID kemarin, itu salah satunya adalah Rumah Sakit Muhammadiyah Sepanjang," Jelasnya.
Ini termasuk rumah sakit Muhammadiyah yang ketika membangun peralatan unggulan, termasuk penanganan kasus jantung, Sepanjang termasuk yang mengawali. Nah, itu ada rumah sakit-rumah sakit lain yang hasil pengkajian dari Pimpinan Pusat bersama Pimpinan Wilayah untuk dikembangkan menjadi center-center tertentu.
Misalkan di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping, itu selain menjadi rumah sakit dengan keunggulan kardio—jadi kita sering menyebut dengan pusat rujukan untuk kasus jantung—juga dikembangkan sebagai pelayanan dengan keunggulan penanganan kasus cancer.
Nah, rumah sakit-rumah sakit ini dalam rangka menuju keunggulan memang terus berbenah, termasuk kita belajar studi banding berkunjung ke rumah sakit-rumah sakit milik tetangga, seperti berkunjung ke beberapa rumah sakit yang sudah memiliki track record bagus di Guangzhou dan sekitarnya, juga rumah sakit Penang.
Menurutnya, Sebenarnya alat alat yang dimiliki oleh rumah sakit Muhammadiyah tidaklah kalah, bahkan ada yang lebih unggul, namun Konon pelayanan yang masih jauh dari cita-cita Rumah Sakit Muhammadiyahlah yang perlu ditingkatkan, sehingga banyak masyarakat yang memilih berobat ke luar negeri. Jib
.jpeg)
.jpeg)