Prastika Gelar Munas dan Dialog Klinik Estetika


SURABAYA, kabar9.id – Prastika menggelar Musyawarah Nasional (Munas) ke-5 dan dialog klinik estetika pada Rabu (1/4/2026) di Surabaya. Acara ini bertujuan untuk memperbarui kepengurusan sekaligus memperkuat pemahaman regulasi bagi para pelaku usaha di tengah Industri kosmetik dan klinik estetik di Indonesia yang terus menunjukkan dinamika yang pesat.

Andreas Bayu Aji, Ketua Umum Prastika mengatakan, Munas tahun ini menjadi momentum penting untuk memperbarui pengetahuan para anggota mengenai tata kelola kefarmasian dan penggunaan produk klinik yang tepat.

"Kami tidak ingin teman-teman pelaku usaha tertinggal oleh dinamika regulasi yang cepat. Oleh karena itu, kami menggandeng Kementerian Kesehatan dan BPOM untuk memberikan update langsung mengenai aturan-aturan baru," ujarnya.

Salah satu poin penting yang dibahas adalah perubahan terminologi dari "klinik kecantikan" menjadi "klinik estetik".

Menurut Andreas, Meskipun industri ini tumbuh subur, sektor estetik Indonesia masih menghadapi tantangan besar pada rantai pasok. Sekitar 70% hingga 80% produk kosmetik yang digunakan saat ini masih berbasis bahan kimia yang bahan bakunya harus diimpor.

Kondisi ekonomi global yang tidak stabil dan fluktuasi kurs dolar juga berpotensi mempengaruhi harga produk di masa depan. Namun, hingga saat ini, para pelaku usaha masih berupaya menjaga efisiensi agar belum ada kenaikan harga di tingkat konsumen.

Sebagai langkah strategis jangka panjang, industri mulai melirik pengembangan produk kosmetik berbasis herbal untuk mengurangi ketergantungan pada bahan baku impor. Beberapa anggota organisasi dilaporkan sudah mulai memproduksi kosmetik herbal secara mandiri, meskipun jumlahnya masih belum signifikan.

Selain itu, Andreas menilai, saat ini pandangan masyarakat terhadap estetika telah bergeser. Jika dulu dianggap sebagai kebutuhan sekunder, kini estetika dinilai telah menjadi kebutuhan primer sehari-hari.

"Estetika bukan hanya soal berdandan. Penggunaan sabun, sampo, dan perawatan diri dasar lainnya adalah bagian dari estetika yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan masyarakat," pungkasnya. Jib