SIDOARJO, kabar9.id – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Persatuan Perusahaan Real Estat Indonesia (REI) Sidoarjo kembali menunjukkan kepedulian sosialnya dengan menyelenggarakan acara santunan kepada 1.000 anak yatim piatu pada 5 Maret 2026 di Pendopo kabupaten. Kegiatan yang melibatkan 70 yayasan di seluruh Kabupaten Sidoarjo ini menjadi agenda rutin kedua yang dilaksanakan oleh organisasi para pengembang perumahan tersebut.
Ketua REI Sidoarjo, Hari Hermawan menyampaikan, kegiatan ini untuk mendukung masa depan bagi anak-anak yatim.
"Kami ingin adik-adik kami ini tetap kuat (strong). Menjadi yatim bukan berarti tidak punya masa depan. Banyak tokoh sukses yang berangkat dari kondisi serupa. Ini adalah langkah kecil kami untuk memotivasi mereka," ujarnya.
Kegiatan sosial ini tetap terlaksana meski industri properti di Sidoarjo sedang menghadapi masa sulit. Pihak REI mengungkapkan adanya penurunan penjualan yang cukup signifikan, mencapai 20% hingga 30% di semua segmen, baik perumahan subsidi maupun hunian mewah di atas Rp1 miliar.
Beberapa faktor utama yang diidentifikasi sebagai penyebab lesunya pasar antara lain Daya Beli Menurun membuat Penurunan penjualan terjadi merata di seluruh level harga.
Kemudian Masalah Pinjaman Online (Pinjol) membuat pengajuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dari calon konsumen ditolak oleh perbankan akibat buruknya skor kredit atau BI Checking (sekarang SLIK) yang disebabkan oleh tunggakan pinjaman online.
Meski begitu, REI tetap berkomitmen untuk saling berbagi dan menjaga sirkulasi ekonomi serta sosial di masyarakat.
Pihak REI memprediksi bahwa industri properti akan kembali bangkit pada tahun 2026.
"Kami memohon doa dari teman-teman semua agar industri ini bisa naik lagi di tahun 2026, sehingga kami bisa terus berkontribusi dan mengadakan acara rutin seperti ini dengan skala yang lebih besar lagi ke depannya," pungkasnya. Jib
