PT APBS Sosialisasi Keselamatan Berlayar Kepada Nelayan di Gresik


GRESIK, kabar9.id - PT Alur Pelayaran Barat Surabaya ( PT APBS) menggelar kegiatan Sosialisasi Keselamatan Berlayar bagi Nelayan di Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS) pada Selasa (10/2/2026) di hotel Aston Gresik.

Kegiatan yang bersamaan dengan momentum Peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) 2026 ini, merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam meningkatkan keselamatan pelayaran sekaligus melindungi nelayan yang beraktivitas di sekitar jalur pelayaran strategis dengan tingkat lalu lintas kapal yang tinggi.

Hadir dalam acara ini Manager Komersial dan Pengembangan Bisnis PT APBS, Mahde Kumar, Kasi Keselamatan Berlayar, Penjagaan, dan Patroli (KBPP) KSOP Kelas II Gresik, Capt H Moch Firmawan, dan Perwakilan Dinas Perikanan Gresik, serta para penyuluh dan kelompok nelayan di Kabupaten Gresik.

Manager Komersial dan Pengembangan Bisnis PT APBS, Mahde Kumar mengatakan, kegiatan ini diharapkan bisa memberikan pemahaman bersama terutama bagi nelayan atas peraturan dan prosedur keselamatan pelayaran guna meminimalkan risiko kecelakaan laut.

"Alur Pelayaran Barat Surabaya merupakan jalur vital bagi kapal niaga nasional dan internasional, keselamatan harus menjadi prioritas utama bagi seluruh pengguna alur, termasuk nelayan, melalui sosialisasi ini, kami ingin memastikan nelayan memiliki pengetahuan yang memadai untuk berlayar dengan aman," ujarnya.


Menurut Mahde, kegiatan ini, merupakan CSR PT APBS yang peduli terhadap lingkungan dan masyarakat di sekitar wilayah kerjanya. 

Dalam sosialisasi tersebut, mencakup berbagai aspek keselamatan berlayar, antara lain prosedur navigasi di alur pelayaran, penggunaan alat keselamatan, pemahaman kondisi cuaca, pengenalan regulasi pelayaran, serta langkah mitigasi dalam menghadapi situasi darurat di laut.

Tidak kalah pentingnya, juga disampaikan bahwa Kapal besar dengan ukuran di atas 500 Gross Tonnage (GT) , harus masuk alur yang sudah ditetapkan. Dalam jalur tersebut, para nelayan dianjurkan untuk tidak masuk dalam alur. Kalau pun masuk harus memberikan isyarat saat mendahului kapal. Mengurangi Kecepatan atau Berhenti dalam Keadaan Darurat untuk menghindari kecelakaan di alur pelayaran.

"Kapal besar sulit menghindar, dan nelayan bisa terancam. Mengingat kapal besar sulit berbelok cepat, dan jarak pandang terbatas," Ungkap Kepanduan Wilayah Regional 3 PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Capt Akif Pradias Putro. 

Kasi Keselamatan Berlayar, Penjagaan, dan Patroli (KBPP) KSOP Kelas II Gresik, Capt H Moch Firmawan. Menurutnya, kegiatan ini bentuk edukasi keselamatan berlayar yang penting dalam melindungi keselamatan nelayan, menekan potensi insiden di laut, serta menjaga keberlanjutan mata pencaharian masyarakat pesisir.

"Melalui kegiatan ini, PT APBS menegaskan komitmennya untuk terus berkolaborasi dengan instansi terkait dalam mendukung keselamatan pelayaran di kawasan Alur Pelayaran Barat Surabaya,"jelasnya.

Husnul Arifin, nelayan asal Desa Pangkah Wetan mengatakan, para nelayan mulai mematuhi aturan yang sudah ditetapkan oleh PT APBS maupun pihak terkait. Pihaknya bersama para nelayan mengapresiasi kegiatan sosialisasi semacam ini karena bisa memberikan pemahaman kepada nelayan di area resiko kecelakaan laut, dan bisa menjalin sinergi dengan pihak terkait. 

"Perlu dilakukan sosialisasi lanjutan, agar apa yang menjadi keluhan nelayan perlahan mendapatkan solusi, dan membawa kemudahan nelayan melaut," ujarnya. Jib/rls