SURABAYA, kabar9.id — Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) Jawa Timur memberikan warna baru dalam perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-70 mereka. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang biasanya hanya diisi dengan acara potong tumpeng secara sederhana di kantor, pengurus GINSI Jatim periode baru ini memilih merayakannya dengan menggelar rangkaian kegiatan edukatif secara maraton sejak pagi hingga sore hari, Kamis (21/5/2026).
Rangkaian acara diawali dengan kegiatan coaching clinic di Bea Cukai Tanjung Perak yang berlangsung hingga pukul 12.00 WIB yang membahas tentang panduan administrasi dan pengisian banding atas penetapan nilai pabean/tarif.
Setelah itu, rombongan langsung bertolak ke Terminal Petikemas Surabaya (TPS) hingga pukul 15.00 WIB. Di TPS, para importir diberikan edukasi langsung mengenai alur (flow) pergerakan kontainer. Rangkaian acara hari itu kemudian ditutup dengan ramah tamah bersama para anggota pada sore harinya di kantor GINSI Jatim Jalan Nginden Intan Selatan 49 F Surabaya.
Dalam sambutannya, ketua GINSI Jatim, Hana Belladina merasa bersyukur bisa merayakan HUT GINSI kali ini dengan berbagai kegiatan positif, tentunya dengan semangat baru dari pengurus yang baru dua bulan dilantik ini, Ia berharap bisa membawa organisasi lebih baik.
Ari Susanto, Ketua Bidang Perdagangan GINSI Jatim menjelaskan, bahwa padatnya agenda kali ini bertujuan agar seluruh importir dapat lebih memahami regulasi dan alur importasi yang berlaku.
"Harapan kami memang seluruh regulasi yang dikeluarkan oleh pemerintah bisa bersinergi dengan kebutuhan dari para importir. Kami lebih menekankan agar semua member mengetahui dan mengikuti regulasi, sehingga tidak ada satupun importir yang merasa kesusahan atau terbebani," ujarnya di sela-sela acara.
Sinergi ini dinilai sangat krusial, terlebih di tengah ketidakpastian kondisi global saat ini, termasuk dampak dari ketegangan geopolitik seperti konflik Iran yang memengaruhi jalur perdagangan internasional.
Meski sempat mengalami penurunan jumlah anggota aktif dalam beberapa tahun terakhir, GINSI Jatim kini menunjukkan tren positif. Di bawah kepengurusan baru yang baru dilantik selama dua bulan ini, jumlah anggota aktif GINSI Jatim telah kembali menyentuh angka kurang lebih 547 importir.
Sekretatis GINSI Jatim, Warsidi menyampaikan bahwa kembalinya kepercayaan anggota ini tidak lepas dari masifnya program sosialisasi yang mereka lakukan, bahkan sejak sebelum resmi dilantik. Beberapa program yang telah berjalan di antaranya adalah sosialisasi Standar Nasional Indonesia (SNI), pengukuhan pengurus, hingga coaching clinic bersama pihak Bea Cukai.
"Acaranya memang maraton dari pagi sampai sekarang, luar biasa padat. Namun, ini semua merupakan akomodasi dari usulan para anggota. Anggota butuh apa, kita fasilitasi. Lewat acara kumpul-kumpul seperti ini, kita juga ingin membangun chemistry yang kuat antara pengurus dan anggota," tuturnya.
Dengan jajaran kepengurusan yang dinilai kompak dan didominasi oleh figur-figur muda, GINSI Jatim optimistis dapat melangkah lebih jauh. Ke depan, organisasi ini berkomitmen untuk terus menjadi wadah yang menjembatani para pengusaha dengan pemerintah.
Alfi Noer, Wakil Ketua bidang industri dan perdagangan GINSI Jatim menambahkan, Selain memberikan masukan terkait regulasi impor, GINSI juga siap menjadi rumah bagi para importir untuk menyosialisasikan program-program pemerintah demi kemajuan ekonomi Indonesia. Jib

